Enviroment Weblog

Lebih Baik Mencegah dari pada Mengobati

Sekapur Sirih Konferensi Sanitasi Nasional 2007

Konferensi Sanitasi Nasional merupakan sebagai salah satu upaya pemerintah untuk membangun komitmen dan kerjasama semua pihak dalam rangka pembangunan sektor sanitasi. Profil Sanitasi di mata para pengambil keputusan diharapkan dapat meningkat.

Konferensi Sanitasi Nasional 2007 merupakan langkah persiapan Indonesia untuk menyambut International Year of Sanitation 2008.

Pembangunan Sanitasi bukan lagi urusan pribadi namun untuk percepatan pembangunan sanitasi, diperlukan komitmen dan kerjasama semua pihak. Tentu yang mengawali haruslah para pengambil keputusan di tingkat tertinggi.

Peran Pemerintah pusat masih dibutuhkan oleh karena pemerintah memegang andil dalam melakukan penyempurnaan kebijakan dan peraturan di bidang sanitasi, penataan kerangka kelembagaan, perencanaan program, pengalokasian anggaran serta pengelolaan  program investasi.

Pembangunan sanitasi harus juga mencakup kampanye penerapan perilaku hidup sehat. salah satunya perilaku cuci tangan pakai sabun. perannya sangat penting untuk mencegah penyebaran berbagai penyakit menular seperti diare, muntaber, flu burung, polio dan sebagainya.

Maret 18, 2008 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

Alasan Perlunya Percepatan Pembangunan Sanitasi

Mobilisasi sumber daya untuk percepatan pembangunan sanitasi sudah sangat dibutuhkan, alasannya :

  1. KESEHATAN MASYARAKAT SUDAH SANGAT TERGANGGU

Lebih dari 80 % air tanah perkotaan tercemar bakteri tinja (e.coli). Akibatnya insiden diare masih tetap tinggi. Dari tiap 1000 bayi lahir, hampir 50 di antaranya meninggal karena diare sebelum usia 5 tahun. Buruknya sanitasi turut meningkatkan nilai Human Development Index Indonesia, hanya menempati urutan 41 dari 102 negara berkembang di dunia

 2. AKSES SANITASI PENDUDUK INDONESIA MASIH RENDAH

Hampir 24 juta penduduk Indonesia tidak memiliki Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Dasar. jauh melebihi negara-negara Asia Tenggara lainnya. Untuk mencapai sasaran MDG pada tahun 2015, dibutuhkan investasi sebesar Rp.50 triliun. Saat ini, investasi pemerintah pusat dan daerah baru mencapai rata-rata Rp. 50 miliar per tahunnya.

3. KERUGIAN EKONOMI BISA BERKURANG

Kegagalan penanganan sanitasi di indonesia berpotensi menimbulkan kerugian lebih dari Rp. 45 triliun per tahun atau sekitar 2,2 dari GDP kita. Ini setara dengan hilangnya pendapatan setiap rumah tangga sebesar Rp. 100.00 per bulan bukan hanya mengancam target pertumbuhan nasional, kerugian sebesar itu bisa menghambat upaya pengentasan kemiskinan yang sekarang sedang digalakan.

4. INVESTASI PEMERINTAH MASIH SANGAT RENDAH

Dalam 30 tahun terakhir, investasi pemerintah di sektor sanitasi hanya mencapai US $ 820 juta atau setara dengan investasi sebesar Rp. 200 per orang pertahun ! jauh lebih rendah kebutuhan investasi sebesar Rp. 47.000 per orang per tahun yang diperlukan untuk menjamin 100% akses sanitasi bagi penduduk Indonesia.

5. INVESTASI SANITASI KEUNTUNGANNYA BESAR

Keuntungan ekonomi 8 kali lipat dapat diraih dari setiap rupiah investasi di bidang sanitasi. Keuntungan didapat dari penghematan di sektor kesehatan, hilangnya kerugian akibat buruknya kualitas air, peningkatan produktifitas penduduk dan sebagainya. Investasi Rp. 47.000 per orang per tahun akan meningkatkan waktu produktif masyarakat sampai 79 %, penghematan biaya kesehatan sampai 19 %, dan menyelamatkan 15 jiwa dari 50 balita yang kemungkinan mati karena diare. 

 

 

Maret 18, 2008 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

Pedoman Pelaksanaan Klinik Sanitasi di Puskesmas

Apa itu klinik sanitasi ?

Klinik sanitasi adalah Ruang Pelayanan Informasi tentang upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit berbasis lingkungan.

Apa itu Penyakit Berbasis Lingkungan ?

Disebut Penyakit berbasis lingkungan, karena sumber penyakitnya berasal dari lingkungan yang jelek (air, udara, tanah yang tercemar), yaitu Penyakit Diare, Kecacingan, ISPA, Malaria, DBD, TB, Paru, Kulit/Gatal-Gatal, Keracunan Makanan/minuman/Pestisida dan keluhan akibat lingkungan yang buruk/akibat kerja.

Dimana klinik Sanitasi Berada ?

Klinik Sanitasi Berada di Puskesmas dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program pelayanan Puskesmas.

Siapa yang Bertugas di Klinik Sanitasi?

Petugas sanitarian Puskesmas / Petugas Penyuluh Puskesmas

Apa Keuntungan yang diberikan dari Klinik sanitasi ?

Terhadap Pasien :

1. Dapat mengetahui penyebab sakitnya

2. Mampu melakukan pencegahan terhadap berbagai penyakit akibat lingkungan

Terhadap Petugas

1. Dapat Mengetahui secara tepat Gaya Hidup Pasien dan Kondisi Lingkungan Pasien

2. Dapat memberikan saran yang tepat kepada pasien sesuai dengan masalah yang dihadapinya

3. Dapat Menyusun Rencana Intervensi Perbaikan Lingkungan

Alur Pelayanan Klinik Sanitasi di Puskesmas :

1. Loket

Di loket dilakukan pengisian kartu status pasien setelah mendapat kartu status pasien ke ruang periksa

2. Ruang Periksa

Pasien yang menderita penyakit berbasis lingkungan dirujuk ke ruang Klinik Sanitasi

3. Ruang Klinik Sanitasi

4. Apotik

Pasien ke Apotik untuk mengambil Obat

5. Pulang

Untuk Klien bisa Langsung Ke Ruang klinik sanitasi.

Bekal yang harus dimiliki seorang Petugas Klinik Sanitasi :

1. Komunikasi

  • Mampu berkomunikasi efektif dengan menguasai isi pesan yang akan disampaikan
  • Mampu memahami topik yang disampaikan
  • Menguasai sasaran dan bina hubungan balik
  • Perlihatkan minat terhadap topik yang dibicarakan dengan pasien
  • Berbicara dengan suara yang dapat diterima sasaran
  • Mampu mengekpresikan pikiran dan perasaan
  • Mampu memilih media yang sesuai dengan topik yang sedang dibahas dan latar belakang budaya dari sasaran

2. Wawancara

  • Lakukan salam, sapaan yang diikuti dengan jabat tangan, senyuman dan ucapan yang bernada simpatik terhadap pasien ( misalnya apa yang dapat saya bantu sambil mempersilakan duduk)
  • Mulai wawancara dengan pembukaan selanjutnya wawancara dengan menggunakan formulir penyakit yang sesuai dengan penyakit penderita.
  • Dalam melakukan wawancara, seorang petugas klinik sanitasi/Penyuluh berekspresi atau berprilaku seperti bukti-bukti seorang yang baik.

3. Kunjungan Rumah

  • 4 (empat) Langkah Kunjungan Rumah yang diarumuskan dalam Akronim : SANITASI

SA = SALAM

  • Ucapkan salam sesuai dengan kebiasaan setempat.
  • Sapa keluarga dengan baik, bicarakan hal-hal yang umum disekitar rumah tangga, anggota keluarga dan tanyakan kegiatan keluarga sehari -hari
  • Sampaikan maksud dan tujuan kedatangan sesuai kesepakatan waktu pasien berkunjung ke Puskesmas.
  • Tegaskan bahwa maksud kedatangan petugas adalah untuk membantu keluarga dalam memecahkan masalah kesehatan.

NI = NIAT YANG TULUS

  • Niat petugas yang tulus akan membantu memecahkan masalah kesehatan keluarga yang berhubungan dengan lingkungan.

TA = NYATAKAN DAN JELASKAN

  • Tanya dan jelaskan hubungan kurangnya pengetahuan dengan masalah dan penyebab masalah :
  1. Kurangnya pengetahuan tentang sarana pelayanan kesehatan yang tersedia dan jelaskan pemanfaatannya.
  2. Ketersediaan dana dan bahan kemungkinan untuk perbaikan lingkungan
  • Gunakan formulir yang berhubungan dengan penyakit penyakit penderita

SI = SIAPKAN SARAN PEMECAHAN

  • siapkan saran Pemecahan
  • setelah mengetahui pengetahuan sikap dan perilaku serta ketersediaan sarana untuk perbaikan lingkungan, petugas menyimpulkan hasil kunjungan dan memberikan saran pemecahan yang sederhana, murah dan mudah dilaksanakan.

Maret 12, 2008 Posted by | Kesehatan | Tinggalkan komentar

CLTS mengubah Perilaku BAB Sembarang Tempat

CLTS adalah sebuah metode pendekatan dalam mengubah perilaku hidup bersih dan sehat. CLTS merupakan Gerakan total Sanitasi oleh Masyarakat, Metode ini diadopsi dari Wilayah Asia Tengah dimana digunakan untuk merubah perilaku BAB di sembarang tempat pada wilayah tersebut.
Adapun Prinsip dari metode CLTS adalah :
1. Tanpa Subsidi atau Dana
2. Total Oleh Masyarakat
3. Tidak Menggurui
CLTS bersifat menumbuhkan Rasa Malu, Rasa Jijik dan Takut akan Mati oleh Penyakit ketika Proses Pemicuan Dilakukan.
Di Indonesia telah dilaksanakan pada berbagai kota dan pertama kali dilakukan pada Sumatera Selatan tepatnya di Muara Enim dengan Hasil dapat merubah Prilaku Masyarakat yang BAB sembarang tempat menjadi BAB di jamban. Masyarakat yang tidak punya Jamban dalam waktu singkat tanpa bantuan dapat membangun jamban dengan swadaya.

Maret 11, 2008 Posted by | Kesehatan | | Tinggalkan komentar