Enviroment Weblog

Lebih Baik Mencegah dari pada Mengobati

Alasan Perlunya Percepatan Pembangunan Sanitasi

Mobilisasi sumber daya untuk percepatan pembangunan sanitasi sudah sangat dibutuhkan, alasannya :

  1. KESEHATAN MASYARAKAT SUDAH SANGAT TERGANGGU

Lebih dari 80 % air tanah perkotaan tercemar bakteri tinja (e.coli). Akibatnya insiden diare masih tetap tinggi. Dari tiap 1000 bayi lahir, hampir 50 di antaranya meninggal karena diare sebelum usia 5 tahun. Buruknya sanitasi turut meningkatkan nilai Human Development Index Indonesia, hanya menempati urutan 41 dari 102 negara berkembang di dunia

 2. AKSES SANITASI PENDUDUK INDONESIA MASIH RENDAH

Hampir 24 juta penduduk Indonesia tidak memiliki Akses Terhadap Fasilitas Sanitasi Dasar. jauh melebihi negara-negara Asia Tenggara lainnya. Untuk mencapai sasaran MDG pada tahun 2015, dibutuhkan investasi sebesar Rp.50 triliun. Saat ini, investasi pemerintah pusat dan daerah baru mencapai rata-rata Rp. 50 miliar per tahunnya.

3. KERUGIAN EKONOMI BISA BERKURANG

Kegagalan penanganan sanitasi di indonesia berpotensi menimbulkan kerugian lebih dari Rp. 45 triliun per tahun atau sekitar 2,2 dari GDP kita. Ini setara dengan hilangnya pendapatan setiap rumah tangga sebesar Rp. 100.00 per bulan bukan hanya mengancam target pertumbuhan nasional, kerugian sebesar itu bisa menghambat upaya pengentasan kemiskinan yang sekarang sedang digalakan.

4. INVESTASI PEMERINTAH MASIH SANGAT RENDAH

Dalam 30 tahun terakhir, investasi pemerintah di sektor sanitasi hanya mencapai US $ 820 juta atau setara dengan investasi sebesar Rp. 200 per orang pertahun ! jauh lebih rendah kebutuhan investasi sebesar Rp. 47.000 per orang per tahun yang diperlukan untuk menjamin 100% akses sanitasi bagi penduduk Indonesia.

5. INVESTASI SANITASI KEUNTUNGANNYA BESAR

Keuntungan ekonomi 8 kali lipat dapat diraih dari setiap rupiah investasi di bidang sanitasi. Keuntungan didapat dari penghematan di sektor kesehatan, hilangnya kerugian akibat buruknya kualitas air, peningkatan produktifitas penduduk dan sebagainya. Investasi Rp. 47.000 per orang per tahun akan meningkatkan waktu produktif masyarakat sampai 79 %, penghematan biaya kesehatan sampai 19 %, dan menyelamatkan 15 jiwa dari 50 balita yang kemungkinan mati karena diare. 

 

 

Maret 18, 2008 - Posted by | Kesehatan

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: